Assalamu’alaikum, sahabat hijrah semua…
Selamat datang di laman Sahabat Hijrah ya š
Mungkin ada salah satu dari sahabat yang pernah merasa sedih, hampa, bahkan sampai putus asa dengan hidup kalian sendiri?
Nggak cuma kalian aja lho, jujur Mimin juga pernah. Rasanya sudah tak berdaya menjalani hidup yang tak pernah ada solusi, alih-alih jalan buntu yang ditemui yang justru semakin menuntut kepala ini untuk berfikir dan berfikir dan terus bertindak, tapi nggak tahu tindakan apa lagi yang harus dilakukan?
Ya, kondisi seperti itu pasti pernah dihadapi semua orang di dunia ini. Bahkan menjadi santapan umum bagi mereka yang lemah iman. Karena sebenarnya masalah itu ya tiket kita selama kita masih hidup di dunia ini.
Kenapa Mimin bisa ambil kesimpulan seperti itu, sih?
Ya itu karena memang modal utama yang Allah kasih kepada hamba-Nya dan cara Allah mencintai hamba-Nya.
Masa sih?
Pernah nggak sih kalian berfikir, sudah berapa lama kita hidup di dunia ini? Kenapa kita ada di dunia ini? Sebenarnya kenapa sih Allah menciptakan kita? Untuk apa kita kita semua ini, kalau ujung-ujungnya harus mati? Sementara selama hidup di dunia kita selalu menjalani sulitnya hidup.
Kalau dijabarkan dari awal sampai akhir, pasti bakalan panjang banget. Dan mungkin malah jadi ruwet urusannya. Tapi sebisa mungkin Mimin bakal bantu jelasin sedikit dan share pengalaman Mimin sendiri untuk kalian.
Kenapa harus hijrah?
Pernah nggak sih kepikiran walau cuma terbersit di benak kalian, kok hidupku begini-begini aja ya? Nggak ada perubahan. Nggak seru, nggak asyik! Suka iri deh sama mereka yang kelihatannya happy terus seperti nggak ada masalah. Bisa senang-senang terus.
Nah, kalau kalian pernah merasakan hal itu, sejatinya itulah sinyal dari Allah kalau sekarang lah saatnya untuk berubah, dan sekarang lah waktunya berhijrah.
Tapi masalahnya, bagaimana caranya? Mulai dari titik mana?
Sahabat nggak usah terlalu banyak mikir yang nggak perlu dipikirkan, alias mikir yang macem-macem sampai yang aneh-aneh! Yang ada, kalau terlalu banyak mikir, nantinya malah jadi kebanyakan alasan, lho.
Kok bisa?
Karena di sanalah setan-setan mulai memainkan perannya dengan membisikkan rayuan-rayuannya. Dari mulai malas, komentar-komentar orang pasca diri ini hijrah, dari mulai dibilang sok alim, pakaian yang kegombrangan, yang panas lah, dan judgemen yang pastinya baru mulai membayangkannya aja udah bikin merinding duluan. Oh nooo…
