
Mari kita amalkan 7 sunnah Rasulullah yang perlu dijaga dan amalkan
- Senantiasa menjaga wudhu
Wudhu adalah salah satu cara untuk menyucikan diri dari hadas kecil. Orang yang menjaga wudhunya akan disayangi oleh Allah.
Kata khalifah Ali bin abu Tholib : “orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu salat walau ia sedang tidak salat, ia akan dijaga oleh malaikat dengan 2 doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah.
- Istighfar setiap waktu
Istighfar ialah memohon keampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan Dan berjanji kepada Allah tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Dan Allah tidak sekali-kali akan menyiksa mereka sedang engkau (wahai Muhammad) ada di antara mereka; dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka beristighfar (meminta ampun). (Al Anfal : 33)
- Membaca Alquran sebelum terbit matahari
Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu sunah Rasulullah terutamanya membaca Al-Qur’an pada waktu sebelum terbitnya matahari besar pahala bagi orang yang membaca Al-Qur’an dan memahami isinya jadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup dan jangan di jadikan Al-Qur’an sebagai bacaan saja. Jadikan Al Qur’an sebagai panduan dan membudayakan Alquran dalam setiap perkara dalam kehidupan kita.
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan yang amat benar (agama Islam) dan memberikan berita yang menggembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal shaleh bahwa mereka beroleh pahala yang besar (Al-Isra : 9).
- Salat berjamaah di masjid
Shalat yang lebih baik adalah shalat berjamaah di masjid karena pahala orang yang shalat berjamaah di masjid sangat besar dan pahalanya dihitung pada setiap langkahnya ke masjid dan ia juga akan memperoleh pahala berjamaah sebanyak 27 pahala.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh alangkah ingin aku menyuruh (para sahabat) melakukan shalat dan aku suruh seseorang untuk mengimaminya kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa beberapa ikat kayu api menuju (rumah) orang yang tidak ikut salat berjamaah untuk membakar rumah mereka dengan api.
- Rutin melaksanakan shalat Dhuha
Shalat Sunnah dhuha adalah shalat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya karena shalat sunat dhuha ini banyak kelebihannya. Diantara kelebihannya ialah pintu rezeki dibuka dan dimurahkan rezeki. Waktu shalat dhuha ialah dari naik matahari sampai sepenggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir.
Rasulullah SAW pernah bersabda: “Pada tiap-tiap pagi lazim kanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil 1 sedekah tiap-tiap takbir 1 sedekah menyuruh berbuat baik 1 sedekah dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan 2 rakaat salat Dhuha (Hadist riwayat al-Bukhari dan Muslim).
- Salat tahajud
Shalat tahajud ialah shalat yang dilakukan ketika terjaga daripada tidur malam. Sebaik-baiknya sepertiga malam yang terakhir yaitu saat jam 3 atau jam 4 pagi. Jumlah rakaat sekurang-kurangnya 2 rakaat.
Di antara fadilah salat tahajud yaitu:
- Mendapat perlindungan Allah dan menampakan kesan ketaatan di wajahnya
- Dikasihi oleh para ahli ibadah dan orang mukmin
- Percakapannya menjadi hikmah dan bijaksana
- Dimudahkan hisab ke atasnya
- Mendapat catatan amal dari tangan kanan
Allah SWT berfirman: “Dan bangunlah pada sebagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang tahajud padanya sebagai sembahyang tambahan bagimu semoga tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji (al-Isra : 79)
- Senantiasa bersedekah
Sedekah ialah seseorang itu mengorbankan sedikit hartanya untuk diberikan kepada orang yang memerlukan dengan hati dan perasaan yang ikhlas karena Allah.
Bagi orang yang rajin bersedekah Allah akan gandakan setiap sedekahnya dengan rezeki yang melimpah.
Allah SWT berfirman Dan jangan sekali-kali orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka padahal (kikir) itu buruk bagi mereka apa (harta) yang mereka pikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat milik Allah lah warisan apa yang ada dilangit dan dibumi Allah maha teliti atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imron: 180)