
Assalamu’alaikum sahabat…
Mungkin kalian sering merasa kesal, jengkel dan kecewa dengan sikap orang lain. Rasanya down sampai-sampai bikin hati kotor tanpa kita sadari? Sebel sama si dia dan nggak henti-hentinya merutuk sambil sumpah serapah. Alhasil jadi berantem sama dia sampai mutusin silaturahmi, lagi. Na’udzubillah… Semoga sahabat semua nggak seperti itu ya…
Tapi tahukah sahabat, kalau ternyata rasa kecewa itu datang bukan hanya murni karena kesalahan orang itu kepada kita saja, lho. Dari 100 persen, mungkin 50 persennya adalah kesiapan kita. Lho, kok bisa?
Rasa kecewa itu timbul karena kita yang terlalu berharap dan bersandar kepada mereka. Padahal mereka juga manusia, sama seperti kita. Untuk kali ini sih oke mereka yang bersalah, tapi tidak menutup kemungkinan kedepannya kita tidak melakukan kesalahan yang sama, bukan?
Nah, itu kalau rasa kecewa datang dari orang lain. Lalu, bagaimana kalau ternyata diri kita sendiri yang membuat kita merasa kecewa? Contoh, malam ini kita mau nonton pertandingan badminton pukul 2.00. Alarm pun sudah siap disetting supaya kita nggak ketinggalan. Eh… Lha dalah, ternyata kita tetap aja nggak bisa bangun meski alarm itu sudah berbunyi nyaring di samping telinga kita. Akhirnya keesokan paginya kita lantas menyesalkan pertandingan yang terlewat itu. Ckckck…
Itulah pentingnya muhasabah diri atau dengan kata lain instrospeksi diri sendiri. Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan terutama dalam kekhilafan. Mari kita lapangkan hati dan memaklumi setiap kesalahan orang lain kepada diri kita. Jangan lupa berlemah lembut saat kita menegur kesalahannya, ya. Kita pasti maunya dimaafkan dong, setiap kali berbuat salah?!
#sahabathijrah #sahabat #hijrah #family #islam