Jenuh, bosan dan hampa tengah menghantuiku hari-hari belakangan. Entah kenapa aku merasa tak bergairah menjalani hidup. Aku sadar telah banyak waktuku terbuang sia-sia hanya untuk hal-hal yang tak bermanfaat. Karenanya bisikan dalam hati ini semakin hari semakin kuat dan lantang untuk bersuara bahwa aku ingin hidupku berubah.

Merubah nasib barang tentu bukan hal yang mudah. Butuh keyakinan kuat dan usaha ektra yang melampaui kapasitas dan kemampuan yang selama ini dirasa sudah dilakukan. Tapi sejatinya tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk berkehendak atas taqdir hamba-Nya. Cukup dengan mantra “Kun fa yakun!” Maka tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Mengatur dan menentukan takdir itu adalah hak perogatif Allah. Tapi jangan lupa, bahwa Allah memiliki sifat maha penyayang. Allah senantiasa memberikan kesempatan kepada hambanya untuk memperbaiki hidup dan nasib mereka. Karena taqdir itu masih bisa dinego!
Allah hanya akan merubah nasib setiap hamba yang memang ingin berubah. Tentunya bukan hanya melalui angan-angan dan ucapan di mulut belaka. Allah hanya akan merubah nasib hamba yang memang benar-benar ingin berusaha, berikhtiar dan berdoa kepada-Nya. Karena itu syarat utama ketika kita ingin merubah nasib kita, yaitu kuatkan niat. Niat untuk Istiqomah berada di jalan yang lurus dan tak ingin menikung atau mundur ke belakang. Mantapkan hati untuk menatap kedepan dan memacu langkah tanpa keluh kesah. Karena pastinya ketika kita sudah bersiap meniti jalan lurus itu, tidak menutup kemungkinan jalan itu halus tanpa hambatan. Allah akan senantiasa menguji hambanya dengan jalanan terjal dan berbatu yang menuntut kesabaran dan keikhlasan sebagai bukti kesungguhan sang hamba.
Tapi percayalah, Allah tak akan pernah mengecewakan hamba-Nya. Seperti halnya pepatah mengatakan bahwa “usaha tak pernah membohongi hasil”.